Indonesia Luncurkan Sovereign Blue Bond Pertama di Dunia yang Ditawarkan Kepada Publik – dengan Dukungan UNDP
June 26, 2023
Pada Mei 2023, Indonesia menerbitkan Blue Bond pertama di pasar obligasi Jepang, mengumpulkan 20,7 miliar Yen (150 juta Dolar AS).
Pada Mei 2023, Indonesia menerbitkan Blue Bond pertama di pasar obligasi Jepang, mengumpulkan 20,7 miliar Yen (150 juta Dolar AS). Penerbitan ini menandai Sovereign Blue Bond pertama di dunia yang ditawarkan kepada publik, yang selaras dengan prinsip-prinsip International Capital Market Association (ICMA). Penerbitannya menunjukkan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan sumber pembiayaan inovatif untuk investasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan penggunaan ekosistem laut secara berkelanjutan – ekonomi biru.
Obligasi tersebut diterbitkan dengan tenor 7 tahun dan 10 tahun, dengan kupon masing-masing 1,2 dan 1,43 persen. Hasil dari penerbitan obligasi ini akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk ekonomi biru Indonesia, termasuk perlindungan pesisir, pengelolaan dan budidaya perikanan yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati laut, dan rehabilitasi mangrove.
“Obligasi tematik dapat memainkan peran penting dalam mengatasi kesenjangan pembiayaan SDGs, terutama di negara-negara berkembang karena memungkinkan akses ke modal swasta dan memastikan hasilnya berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Sejak tahun 2018, kami terus meningkatkan dan memperluas portofolio obligasi tematik kami – dan penerbitan Blue Bond perdana ini semakin menegaskan komitmen kami dalam memastikan pencapaian Agenda 2030. Blue Bonds mempercepat pengembangan ekonomi biru dengan cara yang lebih baik dan berkelanjutan.” kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia.
Bersamaan dengan itu, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan strategi ekonomi biru yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan ekosistem laut dan pesisir, menciptakan peluang ekonomi yang setara, dan mempromosikan penghidupan yang berkelanjutan. Blue Bonds adalah sarana penting untuk mendanai konservasi dan pengelolaan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan. Blue Bond dan potensi penerbitannya di masa mendatang dapat membantu menjembatani kesenjangan pembiayaan Indonesia untuk SDGs, yang diperkirakan mencapai 1 triliun Dolar AS pada tahun 2030.
Selain itu, Blue Bonds berkontribusi pada tujuan Archipelagic and Island States (AIS) Forum.
Selain itu, Blue Bonds berkontribusi pada tujuan Archipelagic and Island States (AIS) Forum. Dibentuk pada tahun 2018, AIS Forum berfungsi sebagai platform kerjasama pembangunan untuk negara kepulauan dan pulau kecil. Keberhasilan Blue Bond Indonesia di pasar internasional dapat menjadi cetak biru bagi negara anggota Forum lainnya untuk membiayai agenda kelautan mereka.
“Penerbitan Sovereign Blue Bond yang inovatif di Indonesia telah mengumpulkan sekitar 150 juta Dolar AS yang akan disalurkan langsung ke ekonomi biru Indonesia, untuk melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayatinya yang terkenal di dunia. United Nations Development Programme dengan bangga menandai tonggak sejarah terbaru ini dalam mendukung perjalanan pembangunan Indonesia yang unik, sebagai bagian dari upaya kami yang lebih luas untuk mendukung negara-negara di seluruh dunia untuk menggalang 13 miliar Dolar AS hingga saat ini menuju SDGs melalui obligasi tematik yang inovatif.” kata Achim Steiner, Administrator UNDP.
Sovereign Blue Bond perdana Indonesia diterbitkan sesuai dengan Republic of Indonesia SDG Government Securities Framework, yang dikembangkan pada tahun 2021 oleh Kementerian Keuangan bekerja sama dengan kementerian lainnya, dan dengan bantuan dari UNDP, HSBC Bank dan Credit Agricole. Mengintegrasikan tujuan keberlanjutan Hijau, Sosial dan Biru, kerangka ini memungkinkan penerbitan berbagai obligasi tematik dan Sukuk.
Serupa dengan Green Sukuk, Blue Bond memanfaatkan Climate Budget Tagging, mekanisme untuk melacak pengeluaran publik untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, yang diimplementasikan dengan dukungan UNDP.
Obligasi ini melengkapi Green Sukuk dan SDG Bonds yang diterbitkan sebelumnya. Serupa dengan Green Sukuk, Blue Bond memanfaatkan Climate Budget Tagging, mekanisme untuk melacak pengeluaran publik untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, yang diimplementasikan dengan dukungan UNDP.
“Penerbitan obligasi biru ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mencapai SDGs pada tahun 2030. Di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Program Bersama PBB menindaklanjuti keberhasilan implementasi mekanisme pembiayaan inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan hidup dan masyarakat setempat. Menggalang lebih dari 8 miliar Dolar AS, SDG Bonds dan Green Sukuk membuka peluang luar biasa untuk membiayai proyek yang berkontribusi pada SDGs.” kata lisa Kurbiel, Kepala Joint SDG Fund Secretariat, PBB.
Kerjasama UNDP dengan Indonesia merupakan bagian dari Program Bersama PBB Accelerating SDGs Investment in Indonesia (ASSIST), yang memungkinkan pemerintah untuk memenuhi target SDGs Indonesia melalui peningkatan skala instrumen pembiayaan inovatif dan pengembangan kapasitas pemangku kepentingan. Program ini merupakan kerjasama UNDP, UNEP, UNICEF, dan UNIDO yang didanai oleh Joint SDG Fund, dengan kontribusi dari negara-negara donor termasuk Denmark, Uni Eropa, Jerman, Irlandia, Italia, Republik Korea, Luksemburg, Monako, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Swiss.
Informasi lebih lanjut tentang Blue Bond Indonesia dapat dilihat di website Kementerian Keuangan.