Hong Kong – Gerakan kewirausahaan sosial terbesar di Asia Pasifik yang dipimpin oleh kaum muda, yang diselenggarakan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Citi Foundation, akan mencapai puncaknya dalam Pertemuan Regional Youth Co:Lab ketiga hari ini. Acara virtual tiga hari ini mempertemukan lebih dari 4.700 wirausahawan sosial muda, inkubator, akselerator, investor, dan pemerintah di 120 negara dan wilayah, untuk menjadikan gagasan pembangunan berkelanjutan menjadi model bisnis yang layak.
Dalam pertemuan puncak ini juga diluncurkan laporan penelitian yang dilakukan oleh Youth Co:Lab berjudul “One Year On: How Young Entrepreneurs in Asia-Pacific Responded to COVID-19” (Satu tahun berlalu: Bagaimana Wirausahawan Muda di Asia-Pasifik Merespon COVID-19). Laporan tersebut mengungkapkan bagaimana pandemi telah memberikan tantangan terhadap wirausaha yang dipimpin oleh kaum muda di Asia dan Pasifik di berbagai bidang.
Survei menunjukkan 92% telah terkena dampak negatif COVID-19, dan 85% mengalami penyusutan atau membatasi pertumbuhan untuk tetap bertahan. Meskipun demikian, ketangguhan dan ketahanan wirausaha muda terbukti dimana 87% mengubah dan mengadaptasi strategi bisnis mereka dalam merespon pandemi. 86% telah berinovasi untuk mengembangkan produk dan layanan baru sambil mengubah model operasi mereka.
“Keyakinan akan inovasi dan energi kaum muda inilah yang menginspirasi UNDP bersama dengan Citi Foundation untuk menginisiasi Youth Co:Lab pada tahun 2017, untuk memberdayakan dan berinvestasi pada kaum muda Asia-Pasifik, untuk mendorong percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dan itu membutuhkan kepemimpinan, antusiasme, semangat kita bisa, dan kewirausahaan yang berani,” kata Kanni Wignaraja, Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Asisten Administrator dan Direktur Biro Regional untuk Asia dan Pasifik UNDP.
Asia Pasifik adalah rumah bagi 55% kaum muda dunia, atau 660 juta pemuda berusia antara 15 hingga 24 tahun. Segmen ini menyumbang hampir setengah dari pengangguran di kawasan ini. Pandemi COVID-19 dan gejolak ekonomi yang diakibatkannya telah memperburuk krisis pengangguran di segmen tersebut. Pada saat yang sama, kaum muda juga memimpin respons terhadap krisis melalui kegiatan kerelawanan, inovasi sosial, dan aktivisme.
“Strategi pemulihan COVID-19 harus menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi krisis pengangguran kaum muda yang memburuk. Kewirausahaan sosial memberi jalan bagi kaum muda untuk menciptakan lapangan kerja, mengatasi tantangan yang dihadapi komunitas mereka, dan mendorong pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan,” kata Peter Babej, CEO Citi Asia Pasifik. “Citi dan Citi Foundation berkomitmen untuk bekerja dengan semua mitra untuk membantu kaum muda mengembangkan solusi mereka sendiri untuk mengatasi masalah sosial terbesar yang berdampak pada komunitas mereka, serta mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.”
Dalam pertemuan puncak ini, kaum muda akan berbagi ide dan menginspirasi satu sama lain dalam inovasi dan kepemimpinan, dan mendorong perubahan dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Berbagai tantangan pembangunan akan dibahas, termasuk perubahan iklim, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dan bagaimana memastikan tidak seorangpun tertinggal.
Selama empat tahun terakhir, program Youth Co:Lab telah dilaksanakan di 25 negara dan wilayah di seluruh kawasan ini, dengan dialog nasional, pertemuan puncak regional, dan tantangan inovasi sosial yang menjangkau lebih dari 75.000 peserta. Inisiatif ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 8.000 wirausahawan sosial muda dan membantu meluncurkan atau meningkatkan lebih dari 1.000 wirausaha sosial.
Youth Co:Lab juga telah menjalin kemitraan dengan 192 pemain ekosistem utama untuk memperkuat Youth Empowerment Alliance (Aliansi Pemberdayaan Pemuda). Tujuannya adalah untuk mendukung wirausahawan muda, khususnya perempuan dan kaum muda yang termarjinalisasi, dengan menghubungkan mereka dengan bisnis, inkubator, akselerator, dan opsi pembiayaan, untuk mengembangkan ide-ide mereka menjadi model bisnis yang layak untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pertemuan puncak tersebut, termasuk programnya, kunjungi https://www.youthcolab.org/2021-summit.
###
About Citi
Citi, the leading global bank, has approximately 200 million customer accounts and does business in more than 160 countries and jurisdictions. Citi provides consumers, corporations, governments and institutions with a broad range of financial products and services, including consumer banking and credit, corporate and investment banking, securities brokerage, transaction services, and wealth management.
Additional information may be found at www.citigroup.com | Twitter: @Citi | YouTube: www.youtube.com/citi | Blog: http://blog.citigroup.com | Facebook: www.facebook.com/citi | LinkedIn: www.linkedin.com/company/citi.
About Citi Foundation
The Citi Foundation works to promote economic progress and improve the lives of people in low-income communities around the world. We invest in efforts that increase financial inclusion, catalyze job opportunities for youth, and reimagine approaches to building economically vibrant communities. The Citi Foundation's "More than Philanthropy" approach leverages the enormous expertise of Citi and its people to fulfill our mission and drive thought leadership and innovation. For more information, visit www.citifoundation.com.
About UNDP
UNDP is the leading United Nations organization fighting to end the injustice of poverty, inequality, and climate change. Working with our broad network of experts and partners in 170 countries, we help nations to build integrated, lasting solutions for people and planet. Learn more at undp.org or follow at @UNDP.
Media Contacts:
Citi: Harsha Jethnani harsha.jethnani@citi.com +852 2868 7738
UNDP: Marte Hellema marte.hellema@undp.org +66(0) 999 46 1108
