AIS Forum dan Inggris Perkuat Inovasi Ekonomi Biru Lewat Synergy Group di Program BISA
4 Juli 2025
Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, UNDP Indonesia, dan Pemerintah bermitra melalui program BISA demi mengoptimalkan potensi ekonomi biru di Indonesia.
Jakarta, 1 Juli 2025 — Archipelagic and Island States (AIS) Forum dari United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, berkolaborasi dengan UK-Indonesia Tech Hub dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, menggelar Demo Day sebagai puncak dari program akselerasi ekonomi biru dan kawasan pesisir, Blue Innovative Startup Acceleration (BISA).
Program BISA bertujuan mendorong adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal di wilayah pesisir. Lewat kolaborasi dalam Synergy Group, program ini mempertemukan startup, mahasiswa, dan organisasi masyarakat, dan dirancang untuk menganalisis tantangan lapangan, merancang solusi inovatif, dan mengimplementasikan aksi nyata yang inklusif dan berkelanjutan guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi biru di Indonesia.
Sebanyak 10 kelompok dari berbagai daerah—termasuk Bontang, Takalar, Anambas, dan Larantuka—menampilkan hasil inovasi mereka setelah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan, dengan solusi siap diterapkan untuk menjawab tantangan lokal di sektor ekonomi biru.
Visi Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan
Selaras dengan visi UNDP dan AIS Forum, inisiatif BISA menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir. Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Ibu Sujala Pant menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan inovasi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat lokal, sembari memperkuat kolaborasi lintas sektor demi masa depan laut dan komunitas yang lebih tangguh.
“Program BISA bukan sekadar inisiatif, tapi langkah nyata menjawab tantangan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Kami berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya ekosistem inovasi biru yang inklusif, memperluas kolaborasi lintas sektor, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda dan perempuan yang menjadi kunci masa depan komunitas pesisir,” jelasnya.
Didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyebut program BISA sebagai wujud inovasi lokal dan model kolaborasi yang relevan untuk direplikasi di negara-negara AIS Forum, guna mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Inisiatif seperti BISA menegaskan bahwa solusi berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam membentuk arsitektur pembangunan global yang lebih inklusif dan adaptif terhadap konteks lokal,” tegas Wamenlu. “Inisiatif ini adalah contoh praktik baik yang dapat diadaptasi oleh negara-negara pulau dan kepulauan dalam menghadapi tantangan bersama. Melalui kolaborasi seperti ini, kita memperkuat solidaritas global dan mempercepat hadirnya solusi transformatif yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat pesisir,” tambahnya.
Didorong Oleh Kolaborasi Lintas Sektor
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut baik terpilihnya Synergy Group sebagai simbol penguatan konektivitas dan kolaborasi lintas sektor di wilayah pesisir.
The Coordinating Ministry for Infrastructure and Regional Development Affairs, Mr. Agus Harimurti Yudhoyono, on his speech regarding the needs of boosting Indonesia's blue economy and coastal areas to optimise the country's development programme.
“Terpilihnya Synergy Group melalui Program BISA sejalan dengan visi kami dalam menguatkan konektivitas dan kolaborasi lintas sektor. Inisiatif seperti ini penting untuk mendorong pembangunan yang lebih merata, berkelanjutan, dan berdaya saing di kawasan pesisir dan kepulauan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program, peserta Synergy Group mempresentasikan inovasi mereka di hadapan panel penilai yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Inggris, BUMN, dan jaringan investasi sosial. Melalui proses seleksi ketat, lima kelompok terbaik akan menerima hibah untuk mengimplementasikan solusi mereka di wilayah pesisir terpilih.
H.E Mr. Matthew Downing, British Deputy Ambassador to Indonesia said, “BISA is a powerful example of how the UK’s collaboration with Indonesia can drive tech-enabled solutions for the blue economy. As we work with Indonesia toward a new Strategic Partnership as agreed by Prime Minister Keir Starmer and President Prabowo Subianto in London last year, I look forward to fostering innovation that builds a resilient, inclusive, and sustainable blue economy.”
AIS Forum meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui program BISA, AIS Forum dan mitra strategis mendorong inovasi di sektor ekonomi biru dengan memberdayakan pemuda dan perempuan sebagai agen perubahan di komunitas pesisir. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), memastikan bahwa pembangunan menjangkau wilayah terluar dan kelompok yang paling membutuhkan.
Group photo of government, the embassy, startups, institutions, CBOs, and all related stakeholders at the Demo Day event, supporting the BISA programme.
Tentang AIS Forum
Archipelagic and Island States (AIS) Forum adalah inisiatif yang digagas oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan dari Program Pembangunan PBB (UNDP) Indonesia, yang dirancang untuk melibatkan 51 negara kepulauan dan pulau di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam aksi kolektif dalam mengatasi tantangan yang terkait dengan kelautan.
Tentang UK-Indonesia Tech Hub
UK-Indonesia Tech Hub merupakan bagian dari International Tech Hub Network dari Digital Access Programme (DAP) di bawah Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) Pemerintah Inggris. Program ini mempromosikan inklusivitas digital dan pembangunan inklusif di negara-negara mitra. UK-Indonesia Tech Hub berfokus untuk menginisiasi kemitraan antara Pemerintah Inggris dengan berbagai sektor teknologi internasional, menstimulasi digitalisasi ekonomi lokal, dan membangun keterampilan digital demi mencapai pengembangan sektor pekerjaan yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Nabilla Rahmani, Head of Communications – UNDP Indonesia
nabilla.rahmani@undp.org
Dafa Komarudin, AIS Forum Communications Officer – UNDP Indonesia
dafa.komarudin@undp.org